Langsung ke konten utama

Sebingkai Senyum

 

Kau bilang aku berubah
Kau bilang aku tak seperti dulu
Kau bilang aku tak sebaik dulu
Kau juga bilang aku tak seceria dulu ....

Ia ,aku berubah karena aku bukan sebingkai foto tersenyum yang kau pajang di kamar mu ,aku manusia yang dapat tergoncang angin ,aku manusia yang dapat menangis saat sedih ,aku manusia yang  bisa marah saat emosi ku tak bisa aku kendalikan ,aku manusia yang memiliki banyak sisi buruk dan aku bukan orang baik seperti yang terlihat di bingkai itu ,karena waktu terus berputar dan keada'an yang memaksa ku terus berubah ,berubah menjadi yang semestinya .

Kau bilang ,kadang kau tak mengenali aku .( saat emosi ku meluap )
Kau bilang ,Aku bukan wanita tegar yang kau kenal dulu .( saat aku mulai menyerah dengan keadaan )
Kau bilang ,Aku tak dapat seceria dulu .( saat aku mulai meneteskan air mata di bahu mu )
Kau juga bilang  ,aku tak setegas dulu .(saat aku mulai bilang lebih baik aku pergi ) 

Ya !!! ini aku yang sekarang ,aku yang rapuh ,aku yang tak seperti dulu ,aku yang mulai tak kau kenali ,ini aku dengan segala perubahan yang kau lihat .Aku bukan gadis polos yang mengenakan seragam putih abu-abu yang kau jumpai dulu .

Maafkan segala perubahan ku yang membuat mu gelisah ,maafkan segala tingkah ku yang mungkin membuat mu terluka ,maafkan tutur kata ku yang mulai tidak sopan terhadap mu ,maafkan aku yang sangat sensitif dengan ucapan mu ,maafkan aku yang selalu menganggap mu salah .

Aku hanya gadis yang berada di dahan yang rapuh ,entah apa yang harus aku perbuat ,entah bagaimana aku harus bertahan dengan goncangan angin yang tak memberi ku waktu untuk sekedar bertahan sebentar saja ,mungkin saat ini emosi ku mulai tak terkontrol dengan segala masalah yang menimpa ku terus menerus ,hingga aku meluapkan kekesalanku kepada mu ,aku sadar aku terlalu egois dengan ini semua ,aku terlalu membuat mu sakit dengan ucapan ku hingga tingah ku ,aku hanya ingin aku mengerti akan sikap ku ,aku hanya berharap kau mengerti ini bukan keinginan ku tapi ini adalah bagian dari ujian Tuhan terhadap kita .Aku hanya butuh sedikit waktu untuk dapat beradaptasi dengan kondisi ku sekarang ,hingga nanti kau temukan senyum yang kau cari ......




Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Lembar kertas Folio bergaris “ FS “ # 2

Yang dilihat itu seberapa kamu bisa sabar dan bertanggung jawab, bukan apa yg kamu tulis melainkan apa yg kamu rasakan Bukan apa yang di tulis,melainkan proses untuk terus menulis garis demi garis,bukan juga apa yg di tulis melainkan apa yang selalu di rasakan di setiap pena itu menggoreskan tinta di setiap kata ,mengisi kertas lebar itu dengan kata-kata dan dengan proses yang lama, Kamu tau apa tujuan aku kasih tantangan ini ? simple tapi aku ingin kamu punya tanggung jawab sebagai laki-laki di mana kamu harus nyisihkan waktu mu sebantar untuk memenuhi setiap garis di kertas itu,aku ingin meski sebentar tapi kamu terus inget , Kamu tau setiap detik yang kamu punya itu adalah bonus dari Tuhan di mana kita harus memanfa’atkannya seindah mungkin, Ini tulisan ke 2 ku buat kamu ,entah apalagi yang mau aku ceritakan tentang kamu ,tapi selalu ada cerita di setiap harinnya ,ini tentang hukuman yang kamu dapet ,waktu itu aku pernah bilang sama kamu ,kalau kamu tidur ...

Rumah Impian

  Sebuah tempat. Sebuah benda yang menjadi tempat bernaung. Lokasi. Udara. Suasana. Ketenangan, atau bahkan sebaliknya. Sebuah tempat yang bernama RUMAH. Dari banyak  kata berderet, tapi maknanya puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan. Rumah Setiap orang pasti ingin memilikinya.Entah itu tempat dia menetap secara tetap, atau berpindah-pindah.   Rumah Saksi bisu setiap pergerakan hidup seorang manusia yang seringkali luput dari tatapan manusia lain.   Rumah Kata sederhana. Tempat naungan sederhana. Sederet makna sederhana yang keluar dari pikiran seorang yang sederhana. Rumah juga menjadi tempat ku bermimpi panjang, lari dari kenyataan hidup yang entah itu untuk sejenak atau bahkan selamanya. Rumah adalah tempat yang menjadi salah satu impian terbesar ku. Obsesi yang telah mengendap sedari kecil. Saya ingat, waktu kecil, ketika sudah bisa baca-tulis dan senang membaca buku-buku dongeng,    bayangan saya akan sebuah rumah imp...

25 Tahun

Dear Allah , rasanya begitu cepat gadis kecil mu ini beranjak dewasa, tak terasa umur ku bertambah lagi tahun ini ,terimakasih selalu memberi kebahagiaan yang tak pernah di sangka, aku hanya satu di antara cipataan engkau yang selalu bersyukur atas apa yang engkau beri, seberat apapun, karena aku yakin itu jalan terbaik buat aku di antara jalan jalan yang lain ,terimakasih selalu memberi kekuatan yang luar biasa untuk ku melalui 25 tahun ini, meski dengan lika liku luka yang sempat membuat ku ingin menyerah ingin menyudahi ini, ingin rasanya kembali di pelukan engkau kembali namun lagi lagi kekuatan muncul saat aku sudah jatuh sejatuh jatuhnya..... 25 tahun, buat aku perjalanan yang sangat begitu luar biasa buat hidup ku, sakit yang sangat sakit buat ku, hancur yang sangat hancur dan perjalana yang sangat melelahkan, cobaan yang sangat luar biasa untuk ku, aku berhasil memaluinya dengan sangat luar biasa, karena Allah selalu memberi penolong lara di saat duka, penawar pilu di saat g...